Sabtu, 21 Mei 2011

One of the best film that inspiried me

I am writing this post as a person who ever feel that kind of situation you called "L.O.V.E".
Orang pernah berkata, "Pria tampan hanya untuk wanita cantik."
Entah dari sudut pandang apa mereka berkata seperti itu, tapi menurut saya, "Pria baik hanya untuk wanita yang baik."
BAIK, makannya luas. Dan sesempurna apapun penampilan yang dapat tertangkap retina kita, bukan suatu penentu.

Film Beastly mengangkat cerita modern dari Beauty and The Beast yang tayang pada tahun 1991 dalam bentuk animasi.
Film ini entah bagaimana menginspirasi saya, bagaimana cara pandang kita pada seseorang yang kita sayangi, bagaimana kita peduli terhadap orang-orang disekitar kita, dan bagaimana kita belajar untuk menghargai perasaan orang lain.



Pangeran yang tampan, dan bisa miliki segalanya hanya dengan hentikan jari, namun tidak BAIK pun bisa mengalami 'neraka' dalam hidupnya.
Percaya atau tidak, pada akhirnya, penampilan itu bukan suatu alasan untuk tidak mencintai orang lain . . .

Senin, 02 Mei 2011

Kamu teman saya . . .

Pertama. Kamu teman saya, dan saya tidak berniat untuk mengganti lebel itu.

Kedua. Kamu teman saya, dan saya sedang berusaha untuk tidak membencimu.

Ketiga. Kamu teman saya, dan saya sedang mencoba untuk tidak memfokuskan pikiran saya dengan apa yang saya lihat.

Keempat. Kamu teman saya, dan saya tahu kamu tidak sadar dengan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan.

Kelima. Kamu teman saya, dan saya tahu posisiku dulu ada pada tanganmu.

Keenam. Kamu teman saya, dan saya sedang berperang melawan emosi saya terhadapmu.

Ketujuh. Kamu teman saya, dan saya terkadang tidak sadar menyimpan kesal yang keesokan harinya akan hilang.

Kedelapan. Kamu teman saya, dan saya tahu kamu pun teman dekatnya.

Kesembilan. Kamu teman saya, dan saya tahu sosok yang selalu dicarinya adalah kamu, bukan lagi saya.

Kesepuluh. Kamu teman saya, dan akan tetap seperti itu.

Sabtu, 30 April 2011

"It's okay to be afraid sometime . . ." (English Version)

I adore Demi Lovato and some of my friends might know about it. And right now, She's working with Seventeen Magazine and Jed Foundation with the campaign "Love Is Louder Than The Pressure To Be Perfect".
I write this blog based on my knowledge that I got from reading Demi Lovato's article that contain with positive messages for all of us, especially for the teenage girls all over the world.

Sometime, we feel ashamed with the problem we have, it's just feel better for us to be silent and keep it for ourselves. But at the same time, we're probably going to end up feeling too much worry, moody, and depression when it's become overwhelmed.

Face it guys, the common problems that we as teenager have are school task, the problem how we express ourselves in daily life, the problem of our acceptance of ourselves, problems with friends, or relationship problems with the Heartbreaker--the guys.

One of those is trying to control my brain and my act in my daily life recently, and I began to think that I can't stand on my feet again, I'm playing with scrabble inside my head, I've always end up with nothing to say, even I always know what I'm gonna say. I was like "I just wanna dig a deep hole and hide in there."

Every morning at school I was trying to build my mood up so my friends couldn't see what's going through my head. And I was trying to find something that could liven up my mood, because it was like a puzzle and I didn't even know what to do.

But I'm a lucky girl, I'm not one of those people who hurt their own body when I face my problem. And I'm the most lucky girl, because with the article that Demi Lovato has done, I can solve my problem with a good way.
I begin to accept my own problem, cause at first I was like, "No, I'm ok. Everything is good." But pretending like that just make it worst.

And because I had to thinking like, "If I'm taller, smarter, and have a great ability to speak in front of people, maybe her position is me, maybe the one that he loves is me." right now I'm learning and start to accept myself, more respect of myself, and talk myself up. Because noone better than yourself . . .
And for me, all that problem solving is started from our own selves.


So, it is IMPORTANT to remember, if you feel worthless and hopeless, just REMEMBER that everybody is worthy to be loved. And Demi said, "No matter how hard what you've been through, things will get better. . ."
Thank you Demi :)


PS : If you're interested in Demi's article, what is Demi Lovato trying to tell us? just click this.
-Nadia

Selasa, 26 April 2011

"It's okay to be afraid sometime . . "

I adore Demi Lovato and some of my friends might know about it. And right now, She's working with Seventeen Magazine and Jed Foundation with the campaign "Love Is Louder Than The Pressure To Be Perfect".
Saya menulis blog ini dengan pengetahuan yang saya dapat dari membaca artikel dan menonton video dari Demi Lovato yang mengedepankan pesan positif pada kita semua, terutama untuk remaja perempuan diseluruh dunia.

Terkadang, kita merasa malu akan masalah yang sedang kita hadapi, kita lebih memilih untuk diam dan memendamnya sendiri. Pada saat yang sama, kita akan berakhir dengan rasa cemas yang berlebihan, mood yang tidak menentu, dan jika semua sudah terlalu berat, mungkin akan berakhir depresi.


Face it guys, masalah yang biasa di alami remaja mungkin beratnya tugas-tugas sekolah, masalah bagaimana kita mengekspresikan diri kita sendiri dalam lingkungan, masalah penerimaan kita terhadap diri kita sendiri, permasalahan dengan teman, atau masalah hubungan dengan para heartbreaker, laki-laki.


Pernah baru-baru ini, ketika salah satu masalah itu coba menguasai pikiran dan tindakan saya sehari-hari, saya mulai berpikir bahwa saya tidak mampu untuk berdiri lagi, I'm playing with scrabble inside my head, selalu saya berakhir dengan tidak bisa mengatakan apa-apa walaupun saya selalu tau apa yang harus saya ucapkan, I was like
"I just wanna dig a deep hole and hide in there."

Setiap pagi dan sampai disekolah, I was trying to build my mood up so my friends couldn't see what's going through my head. And I was trying to find something that could liven up my mood, because my mood was like a puzzle and I didn't even know what to do.


Tapi saya beruntung bukan termasuk kedalam golongan remaja yang menyakiti diri sendiri ketika menghadapai masalah, dan saya juga sangat beruntung dengan membaca artikel yang ditulis sendiri oleh Demi Lovato, saya setidaknya bisa menghadapi masalah saya dengan cara yang baik.

Saya mulai menerima masalah itu, karena sempat saya menyangkal pada diri sendiri seperti,
"Ya saya tidak apa-apa, semua baik-baik saja." padahal dengan cara berpura-pura seperti itu akan memperburuk semuanya.
Dan karena saya sempat berpikir, "Mungkin jika saya berkerudung, dan sedikit lebih pintar, sedikit lebih tinggi, dan pintar berbicara didepan orang banyak, mungkin posisi dia adalah saya, mungkin yang akan dicintainya adalah saya, bukan dia." sekarang saya mulai menerima diri saya apa adanya, lebih respect terhadap diri sendiri, and talk myself up, because noone better than yourself.
Karena menurut saya, semua penyelesaian masalah itu berawal dari diri sendiri.



So, it is IMPORTANT to remember, if you feel worthless and hopeless, just REMEMBER that everybody is worthy to be loved. And Demi said, "No matter how hard what you've been through, things will get better. . ."
Thank you Demi :)



Jika tertarik dengan apa saja yang diceritakan Demi Lovato sebagai pesan untuk kita semua, click this.

-Nadia

Jumat, 25 Maret 2011

It is true, "Do not judge a book by its cover." Coz, words hurt.

for everyone who has already judged me, I'll make it clear.
I dyed my hair, just to cover my bad hair color I had.
I confused what color should I pick for my hair, so I choose red. That was my choice and I'm NOT on my way to regret it.

Selasa, 15 Maret 2011

Dear the crew, and the film . . .

Ga tau tepatnya kapan Ibu Bahasa Inggris kita tercinta ngasih tugas film. Yang aku inget, beliau ngasih tugas itu waktu awal aku naik kelas 2 SMA.
"Tema bebas, silahkan cari kelompok sendiri." Kira-kira begitulah ucapan Ibu.
Karena yang aku tau dikelas itu, cuma anak-anak dari kelas aku sebelumnya, jadi kita pun mutusin untuk ngajak mereka. (Karena kebetulan mereka juga orang-orang yang deket sama aku, at least some of them still my close friends)

The story will gonna be told to you through the pictures :')


























































Dear the crew,
We've been through the high and the low. So glad that the project we've been working on is finally finished.
When I watched our whole movie and the behind the scenes, the only thing that crossed my mind was, "I miss those silly kids. Joking around, laughing the way we like, being ourselves. And the most important is being me. Hal yang ga pernah kalian tau, saat-saat shooting itu, saya bisa jadi diri sendiri, dalam artian, saya ngerasa bebas ngelakuin hal yang serius sampe hal yang konyol sekalipun didepan kalian.
Admit it guys, sekalipun kalian pernah punya masalah sesama anggota kelompok film ini, tapi waktu shooting berlangsung, kalian lupa sama masalah yang kalian punya n bisa bersikap sama orang yang bersangkutan the way we used to be.
I regret that I've ever mad at them, but I miss mad at them, indeed. And I DO miss how we spent our time just for this task, together in one place for hours.
Thank you, for being the best crew that I've ever had . . .

Selasa, 22 Februari 2011

Khuldi, terima kasih :)

Kau hilang
Seperti awan yang berujung hujan

Kau hilang
Seperti api yang berujung abu

Kau hilang
Seperti angan berujung asa

Kau hilang
Seperti kamu, berujung kamu

Tiada yang lebih pilu,
Putih itu sudah menjadi kelabu
Mungkin akan menghitam
Kau bukan lagi kau
Meski aku telah menemukanmu kembali




Khuldi, karena kau hilang dan aku buta akan keadaanmu
Semoga kau baik-baik saja.
Aku mencintaimu,
Khuldi.
Kekekalanku . . .